# Siklus Kehidupan Manusia
Dari segi manusia, ada masa saat ini dan masa yang akan datang. Masa saat ini dia masih muda, masa nanti ia akan menua.
Kita juga akan menghadapi sesuatu yang pasti dan yang tidak pasti (uncertainty/unexpected).
Ada masa seseorang produktif untuk menghasilkan uang dan ada masa ia tidak produktif secara keuangan.
Kejadian yang pasti adalah ia pernah dilahirkan, menua, dan meninggal.
Kejadian yang tidak pasti adalah meninggal sebelum tua/meninggal dini, hidup terlalu lama atau sampai tua tidak meninggal, menderita sakit/cacat yang berkepanjangan sehingga ia tidak bisa mencari pendapatan. Dampak terhadap keuangan keluarga akan sangat berat.
Pencari nafkah yang meninggal dini menyebabkan keluarga kesulitan mencari pendapatan.
Hidup terlalu lama menghabiskan banyak uang
Jika sakit, ia akan menghabiskan seluruh sisa tabungannya untuk biaya perawatan. Sedangkan cacat, ia tidak bisa bekerja untuk menghasilkan uang.
Masa produktif yakni masa saat seseorang secara optimal menghasilkan uang. Masa tidak produktif adalah masa pensiun. Disaat pensiun, penghasilan bisa berkurang atau tidak punya penghasilan, disaat itulah keluarga akan bergantung kepada sumber uang dari tempat lain.
# Perencanaan Keuangan
Jika suatu hari akan menikah, kita mesti menyiapkan dana pendidikan anak agar ia bisa sekolah dengan layak. Tulisan ini dibuat pada tahun 2021, saat dimana kita semua menghadapi pandemi COVID-19. Sekolah-sekolah diberbagai tempat ditutup dan beralih menggunakan metode belajar online dan hybrid (offline-online). Disaat kebijakan ini dibuat, masih banyak orang tua, murid, dan guru yang belum siap menjalankan metodenya dengan berbagai alasan. Salah satu alasan yang menarik perhatian saya adalah tidak memiliki HP atau laptop serta koneksi internet. Misalnya anak ada 3 sedangkan handphone hanya 1. Itu semua terjadi lantaran ketidaktahuan orang tua mengenai perencaan keuangan. Sedihnya, masih banyak orang tua yang beranggapan "banyak anak, banyak rejeki". Tapi bagi saya banyak anak, banyak rejeki yang harus dicari pula.
Satu hal yang harus kita ingat adalah tidak ada sekolah yang 100% gratis. Jikapun ada, kuotanya sangat sedikit dan persaingan akan sangat ketat. Mungkin yang tersedia hanyalah bantuan dana parsial, sisanya ditanggung sendiri oleh orang tua.
Jika pasangan tidak memiliki rumah permanen, ia harus menyisihkan uanganya untuk membeli rumah.
Tabungan hari tua mesti kita persiapkan dari awal agar kita bisa menikmati kehidupan nantinya.
Semua peristiwa yang dilalui didalam perencanaan keuangan disebut sebagai tujuan keuangan. Kenapa? Karena semua peristiwa yang dilalui perlu uang. Lalu ada juga ketidakpastian atau risiko yang ia hadapi, seperti:
a. Belum selesai menabung untuk anak-anaknya, lalu ia meninggal. Sehingga dana pendidikan anak tidak tersedia.
b. Belum lunas membayar cicilan rumah dan ia meninggal, sehingga rumahnya disita atau diambil oleh bank.
c. Belum selesai menabung untuk hari tua, ia meninggal
d. Belum melaksanakan ibadah, dan ia meninggal
Selagi produktif, kita mesti menyisihkan sebagian uang untuk mengantisipasi risiko yang akan terjadi dan untuk mendanai kebutuhan dimasa mendepan.
Ada 3 tahap financial kehidupan seseorang:
a. Saat sekarang, ia bekerja menghasilkan uang dan dia kumpulkan uangnya
b. Manusia bekerja, uang bekerja. Man at work, money at work.
c. Uang bekerja.
Dengan begitu, disaat ia tidak bisa bekerja, masih ada sumber keuangan dari uang yang dikumpulkan yang akan bekerja untuk menghasilkan keuangan bagi keluarganya.
# Asuransi Jiwa dan Kesehatan
Worst cases: belum menyelesaikan masalah keuangan dan pencari nafkah meninggal. Ia meninggal dini saat keluarganya belum siap secara mental & finansial.
Apa akibat dari meninggal? Penghasilan akan berhenti mendadak.
Apa dampak seseorang yang penghasilannya berhenti? Keluarga tidak memiliki sumber pendapatan untuk menjalani kehidupan pasca ditinggal si pencari nafkah.
Jadi, kita bisa meringankan kejadian ini dengan cara memiliki asuransi.
Asuransi sebagai pengganti pemasukan
Masalah yang dialami oleh orang-orang adalah simpanan hari tua tidak cukup. Maka diperlukan asuransi jiwa. Gaji bulanan akan dipotong otomatis secara rutin untuk dimasukan ke dalam asuransi jiwa agar ia tidak repot menghadapi kesulitan seperti masa tua, sakit, kecelakaan, cacat dan meninggal.
Manfaat asuransi jiwa:
a. Sakit = membayar semua biaya pengobatan apabila mengalami sakit hingga ia sembuh. Asuransi juga bisa memberikan lump sump. Apabila ia di diagnosis penyakit kritis, keluarga akan mendapat sejumlah uang karena pencari nafkah tidak bisa bekerja akibat penyakit yang dideritanya.
b. Cacat = perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang besar agar keluarganya bisa mendapatkan income replacement.
Komentar
Posting Komentar